Unforgetable Blessing
Sayangku, Selasa ini aku bangun pagi lantas membuka laptop. Rasanya menyenangkan, sebab pagi sering dilekatkan dengan kejernihan. Sebagaimana pintaku tadi malam, aku ingin dibangunkan waktu subuh. Aku bahagia melihat panggilanmu masuk pukul 04:30. Meski belum sempat kita bercakap karena aku sedang dalam panggilan telepon dengan Pak Lik dan Bulik di Madiun.
Semalaman aku menangis. Bukan karena sedih, melainkan karena merasa sangat beruntung. Dicintai tanpa pamrih oleh lelaki yang juga kucinta dengan penuh hati merupakan blessing yang luar biasa dari Tuhan. Diselimuti ruap rindu, aku membentangkan ingatan tentang perjalanan kita berdua. Ada satu kesadaran yang membuatku merasa begitu lindung. Bahwa semua kasih sayangmu yang tulus selalu menjagaku apapun kondisiku, di manapun tempatku, juga setiap napas sepanjang waktuku.
Caramu merajut kebersamaan kita membuatku memahami bahwa kasih sayang dan ketulusan adalah doa yang abadi.
Komentar
Posting Komentar