Pertengahan Desember
Aku membeli ice capucino tanpa gula. Sekarang pukul setengah dua siang, hari Minggu. Menyapamu dengan ponsel saja sebab enggan membuka laptop. Nanti sore kami akan pergi, yang sekaligus adalah moment berdua terakhir sebelum 2025, sebelum kekasihku pulang ke Pati.
Dua bulan terakhir berjalan cukup riuh. Aku jarang memasak dan mencuci. Pemasukanku memang bertambah melalu kerja edit pesanan seorang teman. Akan tetapi, rasanya aku ingin punya jeda untuk membuang riuh ini, seperti bersantai di kamar kos yang bersih sembari membaca buku. Tentu, itu belum bisa kulakukan saat ini.
Kamarku sedikit berantakan meski telah kusapu. Aku merasa ingin marah melihat hal-hal yang kurang rapi. Tapi, aku juga capai untuk menata kamar serapi mungkin. Aku menguas pandang pada sekeliling. Setidaknya setelah unek-unek tentang kamar yang tidak rapi kukeluarkan, aku menjadi sedikit bisa mengakrapi ruangan ini.
Persis setahun yang lalu, aku mendapatkan pekerjaan yang kuinginkan. Setahun itu pula, aku selalu diantar jemput oleh kekasihku yang begitu baik, entah hujan petir, entah bara panas, entah ia sedang begitu lelah karena kurang tidur, tetap saja aku diantar dan dijemput.
Diantar dan dijemput oleh orang yang kita cinta pastinya terasa sangat berbeda. Mengantar bukan sebatas mengantar, tetapi juga memompa semangatku untuk menjalani hari baru, dan menyakinkanku bahwa semuanya akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Pun dijemput orang yang kita cinta bukan sebatas pulang dari tempat kerja ke kosan, melihat sosokmu dan merasakan dibonceng olehmu membuatku tenteram, membuatku melepas rasa lelahku. Satu tahun sudah setiap fajar dan senja rekah, wajah orang yang kusayang menghias pelupuk hatiku. Terima kasih, ya, sayang sudah banyak membantu tahun-tahun berjuangku.
Sekarang hari Minggu, pukul 14:20. Cepat sekali waktu melaju. Aku ingin tidur, tapi tak mungkin, sebab sebentar lagi kami akan berangkat ke suatu caffeshop ala-ala. Namun, yang lebih dari itu, karena sebenarnya pikiranku sedang belum tertata. Tentu saja, mengobrol denganmu akan membantu membuat pikiranku tertata. Pertama, aku akan memulai dari hal-hal apa yang harus kulalukan dalam tempo yang pendek. Baiklah, mari kita mulai.
Sebelum Senin datang, aku harus menyetrika baju seragam, itu bisa kulakukan setelah pulang ngopi. Berarti, perencanaan ini dimulai selepas kami ngopi.
Aku akan salat isya, membaca Surah Yasin, menyetrika seragam + mempersiapkan baju ganti, (sebab sepulang kerja besok, aku ingin nimbrung bareng club baca bukunya teman-temanku). Setelah menyetrika dan mempersiapkan baju, aku ingin mempersiapkan panci untuk memasak nasi besok pagi. Besok aku akan membawa bekal dadar telur dengan mayones dan selada. Pagi hari, kekasihku akan mengantarku, sorenya ketika dijemput aku meminta izin untuk turut nimbrung diskusi.
Sepuluh menit berjalan, sekarang sudah pukul 14:30. Aku ingin tidur, boleh ya... Tapi, aku menyetrika baju dulu untuk ngopi dengan kekasihku nanti sore. Aku akan memakai baju kodok warna navi, kemeja hitam, dan kerudung semi orange atau mungkin kerudung cokelat tanah.
Gerimis mulai turun. Kuambil jemuran dulu, ya. Semoga secepatnya bisa menyambung obrolan kembali.
Komentar
Posting Komentar