Sekarang
Sekarang hari Senin 23 November, tujuh menit lagi pukul sepuluh. Aku ingin tidur lebih awal, untuk bangun lebih awal, tetapi mungkin akan sulit. Beberapa menit lalu, kumatikan lampu kamar, aku mendengarkan diskusi Mbak Nur dan Maheng tentang sebuah novel sebagai pengantar tidur. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya, diskusi itu memantikku untuk berimajinasi, pikirankku mulai tergerak. Aku bangkit dari kasur, menyalakan lampu, juga bergegas menyalakan laptop dan mengetik ini. Tadi pagi aku berhasil bangun subuh, meski tidur lagi setelah salat. Aku ingin mempunyai rutinitas pagi yang sehat, seperti membaca Al-Qur'an, memasak, mencuci baju, menyetrika, bikin minum anget, sarapan kentang rebus, dan salat duha. Ya Allah indah sekali. Baiklah, aku ingin mengupayakannnya mulai besok.
Mari, kita bercakap-cakap lagi. Tanggal 31 kurang delapan hari. Kira-kira berapa uang yang kubutuhkan untuk kebutuhan selama delapan hari itu, ya. Empat hari waktu kerja, aku ingin memasak untuk bekalnya, dua hari libur, aku ingin membuat sup enoki dan sawi, hari Senin dan Selasa, membawa bekal lagi.
Besok aku akan mengajak kekasihku berbelanja beras, galon, dan telur. Menyediakan uang 250 rb untuk biaya transport dan 70 rb untuk uang jajan. Kemarin kan aku sudah bekerja keras mengedit, jadi gak apa-apa dong berbagi uang jajan kepadaku, hehe.
Selama sepuluh hari ke depan, kekasihku akan pulang. Aku harus merencanakan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi delapan hari ini dan dua hari selanjutnya.
Oh, ya, aku makan dulu, ya. Sampai ketemu sebentar lagi.
*****
Hai, sudah jam sebelas malam. Besok pagi, setelah salat subuh dan baca Al-Qur'an, aku ingin mencuci dan masak, lalu mencuci kedua mukenaku, juga mencuci beberapa baju, dan mengepel. Kemudian, menyetrika baju untuk kerja. Di kerjaan besok, semoga aku bisa menyelesaikan 120 halaman. Sore harinya, aku akan mengajak kekasihku berbelanja, semoga ia sedang luang.
Sepulangnya itu, aku akan mandi, memasak, mengambil jemuran, salat magrib, dan mengaji agak lama. Malamnya, aku ingin membuat postingan di ig, kalau aku belum capek, aku ingin menyetrika banyak-banyak, sampai capek, sampai tertidur.
Paginya, barangkali kekasihku sudah persiapan otw ke Pati, aku tetap ingin bangun subuh, mengaji, memasak, dan mencuci yang belum tercuci. Di kerjaan, semoga aku bisa menyelesaikan 180 halaman. Sore hari pulang sendiri, mandi, memasak, salat magrib, sembahyang yang lama.
Tangal 26-nya, masih melakukan hal yang sama sembari nyicil untuk paking pindah kos.
Hari Jumat, tgl 27, masih melakukan hal yang sama. Semoga di kerjaan, editanku sudah selesai.
Hari Sabtu, karena hari libur, aku ingin merancang sesuatu, seharian, di sela-sela itu, aku ingin ke pasar, dan memasak sup.
Hari Minggu melakukan hal yang sama, menyelesaikan apa yang akan kurancang, di sela-sela itu, ke pasar, memasak sup, dan mencuci.
Hari Senin, seperti hari sebelumnya. Semoga aku sudah mendapatkan naskah baru.
Hari Selasa, karena masuk setengah hari, aku akan survei kos, mungkin aku akan mengajak ngopi valen untuk mengoreksi tulisanku. Aku ingin membeli shopee pay untuk beli dua buku.
Hari Rabu, adalah hari libur, aku akan pindahan kos di siang harinya. Di kosku yang baru, aku harus banyak-banyak membaca doa dan Al-Qur'an.
Hari Kamis, aku ingin puasa. Rutinitasku sekarang dimulai dari kos yang baru.
Hari Jumat, juga begitu.
Hari Sabtu, alhamdulillah setengah hari kerja. Harus banyak-banyak ibadah, banyak salat yang aku lalau.
Hari Minggu juga untuk berusaha membayar utang-utang salat. Ya Allah ampunilah aku.
Hari Senin, mungkin kekasihku sudah pulang, atau mungkin hari Selasa, atau mungkin hari Rabu. Tapi yang jelas, aku harus bangun pagi dan rajin memasak.
Terima kasih, ya, sudah membuat pikiranku tertata. Jika pikiran sudah tertata, menjadi tenang dan santai. Sudah pukul setengah dua belas. Siap-siap rehat, ya.
Mungkin 100 ribu cukup. Kan, aku akan memasak. Aku ingin beli air galon, beras, juga telur.
Komentar
Posting Komentar