Merawat Sebuah Jeda

 Sekarang Minggu dini hari. Ada sesuatu yang terasa lapang, baik karena sedang tidak ada bayang-bayang besok hendak berangkat ke kantor,  maupun karena hari ini aku berhasil merawat sebuah jeda. Seseorang dapat menemukan jedanya melalui banyak hal. Yang paling sederhana adalah dengan tidur yang disadari oleh sebuah niat untuk istirahat secara totalitas. Sebab, bagaimana pun istirahat adalah salah satu dari hak tubuh. Jeda yang kedua, malam ini kutemukan dalam aktivitas sembahyang. Baru saja tersadarkan, bahwa betapa sembahyang adalah media yang melatih pikiran untuk khusuk, hati untuk tunduk, serta raga untuk jaga.  Dan sungguh hati yang khusuk membawa sebuah nikmat.  Tak heran jika para sufi, dimabuk oleh cinta kepada Sang Pencipta, mereka telah mengetahui bagaimana cara menjadi khusuk hati. 

Malam ini aku belajar, bahwa kekhusukan akan membuka hati untuk merasakan sebuah perasaan syukur, dan sebagaimana sering kita dengar, syukur akan membawa pada kebahagiaan, serta kedamaian. Ya Tuhan, ampunilah aku yang banyak kufur atas banyak nikmat yang telah Engkau berikan. Bagiamana Maha Pengasih-Mu memberiku perbaikan-perbaikan nasib, sementara banyak sekali dosa-dosaku. Maka, ampunillah aku Ya Robb. Bagaimana Maha Penyayangmu, memberikanku banyak sekali anugerah, pekerjaan yang sesuai pasion dengan lingkungan yang baik, seorang kekasih yang tulus menemani hari-hariku, yang kerelaan dan perjuangannya setiap hari dalam menemaniku membuatku merasa haru.

Malam ini aku belajar, tentang pentingnya merawat sebuah jeda karena dalam jeda, kita berbasuh untuk menjernihkan kembali segala nikmat maupun pemberian Tuhan yang seringnya tidak kita sadari.

Ya Allah bantulah aku untuk merawat ruang-ruang jedaku, baik ruang jeda dengan relasiku dengan diriku sendiri, maupun ruang jeda dengan relasiku dengan kekasih. Tuntunlah agar ruang-ruang itu selalu jernih. 

Di era yang serba instan dan serba riuh, menemukan ruang jeda memang tidaklah mudah, karena itu terkadang kita perlu menahan diri untuk tidak selalu bergerak melaju, terkadang kita juga perlu menahan diri untuk tidak reaktif, menahan diri untuk berpuasa kepada hal-hal yang semestinya memang perlu untuk dipuasai.


Ya Allah, tolong seimbangkanlah energiku, materilku, juga spiritualku. Terima kasih untuk banyak sekali anugerah-Mu.


                                                                                                               Dalam sebuah jarak Jogja-Jakarta.

                                                                                                 Banyak kedamaian menyertai kita, sayang.

Komentar

Postingan Populer